[Rehabilitasi] Teasell et al. (2006) - Painful Hemiplegic Shoulder (Evidence-Based Review)
[One-Liner Summary] Review ini memberikan panduan berbasis bukti tentang penyebab dan penanganan nyeri bahu pada pasien stroke, menekankan bahwa pencegahan trauma dan penggunaan stimulasi elektrik lebih efektif daripada metode tradisional seperti pulley atau suntikan steroid.
1. Masalah Utama (The Gap)
Nyeri bahu hemiplegik (HSP) dialami oleh 48% - 84% pasien stroke. Nyeri ini menghambat rehabilitasi, merusak pola tidur, dan menurunkan kualitas hidup pasien secara drastis.
2. Penyebab Utama Nyeri (Pathophysiology)
Subluksasi Bahu: Pergeseran sendi bahu karena otot yang lemas (flaksid) di tahap awal stroke.
Spastisitas: Kekakuan otot yang menyebabkan ketidakseimbangan tarikan pada sendi bahu.
Trauma Eksternal: Cedera yang disebabkan oleh penanganan pasien yang salah (misal: menarik lengan pasien saat membantu pindah tempat).
3. Temuan Kunci & Rekomendasi (Evidence-Based)
4. Poin untuk Referensi AI (Data Penting)
Key Statistics: Insidensi HSP hingga 84%.
Specific Don'ts: Hindari tarikan pada lengan dan penggunaan alat katrol (pulley).
Mechanism: Nyeri sering kali muncul karena adhesive capsulitis (bahu beku) akibat imobilisasi dan spastisitas.
5. Komentar Pribadi / Catatan Ahli
Jurnal ini adalah standar emas untuk rehabilitasi stroke (9th Edition). Meskipun terbitan 2006, prinsip pencegahan trauma dan penolakan terhadap penggunaan pulley masih sangat relevan hingga saat ini. Fokus berikutnya: cari update terbaru (2020+) khusus tentang teknologi robotik untuk nyeri bahu ini.
0 Response to "[Rehabilitasi] Teasell et al. (2006) - Painful Hemiplegic Shoulder (Evidence-Based Review)"
Post a Comment